Pada era globalisasi ini pelajar Indonesia diharapkan dapat memiliki kemampuan untuk menjadi warga Negara yang demokratis dan berprestasi serta produktif di abad 21 ini. Pelajar Indonesia juga diharapkan dapat berpartisipasi dalam pembangunan global yang tahan terhadap berbagai macam tantangan.
Tantangan abad 21 dengan menghadapi revolusi industri merupakan faktor eksternal bahwa pentingnya profil pelajar pancasila. Selain itu, profil kompetensi pelajar Pancasila juga mempertimbangkan faktor internal yang terkait dengan identitas, ideologi, dan cita-cita bangsa Indonesia.
Profil pelajar pancasila bertujuan untuk menjawab pertanyaan besar pelajar mana yang memiliki profil yang ingin diciptakan oleh sistem pendidikan Indonesia. Sehubungan dengan itu, Profil Pelajar Pancasila memiliki rumusan kompetensi yang sangat bagus untuk di terapkan kepada peserta didik diantaranya sekolah dasar (SD).
Sebagai salah satu seorang calon guru untuk memberikan pemahaman pendidikan karakter Pancasila kepada pelajar dengan dimulai dengan diri sendiri untuk menerapkan sifat patriotisme dalam kehidpan sehar-hari terutama di keluarga terdekat terlebih dahulu.
Diantaranya dengan mencari keilmuan terikait pendidikan karakter berbasis pancasila melalui seminar yang digelar oleh Universitas Pelita Bangsa pada 23 Desember 2023 yang lalu, yang disampaikan oleh berbagai narasumber yang berkompeten diantaranya Drs. Erry Utomo, M.Ed, Ph.D dari Dosen Universitas Negeri Jakarta, Dr. Kusman Rukmana, S.Pd, M.Pd Dosen Universitas Indonesia serta Dr. Titin Sunaryati, S.Pd, M.Pd.
Seperti yang di katakan oleh Kaprodi PGSD Universitas Pelita Bangsa Dr. Titin Sunaryati, S.Pd, M.Pd. menyampaikan, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila yang disusun berdasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL).
“Pentingnya pembelajaran yang dilakukan melalui interaksi dengan lingkungan sekitar agar pelajar lebih peka, peduli dan belajar untuk menyelesaikan masalah yang kontekstual di sekitar kita” katanya.
Kontributor : Pipin Angela (Mahasiswa Universitas Pelita Bangsa)