Diskusi PMII Al Hikmah: Bencana Alam atau Kesalahan Kebijakan?

Penulis : redaksi
IMG-20251214-WA0033

JAKARTA,TRIMSATINEWS– Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Al Hikmah bersama Rayon Hos Cokroaminoto Cabang Jakarta Selatan menggelar diskusi publik bertajuk “Darurat Bencana: Bencana Alam atau Bencana Kebijakan? Dampak Kelalaian dan Perencanaan yang Tidak Tepat”, Sabtu (13/12/2025).

Diskusi yang berlangsung di Aula Kampus STAI Al Hikmah Jakarta tersebut menghadirkan Muh. Asdar Prabowo, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Pertahanan (Unhan RI) sekaligus Junior Researcher di DİP Institute, sebagai narasumber utama. Kegiatan ini diikuti oleh kader dan anggota PMII serta mahasiswa STAI Al Hikmah Jakarta.

Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Komisariat PMII STAI Al Hikmah Jakarta, Sahabat Multhasan Biha. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya ruang diskusi sebagai sarana pembelajaran dan penguatan nalar kritis mahasiswa terhadap isu-isu publik.

“Besar harapan saya, melalui diskusi ini kader dan anggota PMII STAI Al Hikmah serta seluruh mahasiswa dapat memahami kondisi nyata yang sedang terjadi di Indonesia. Diskusi seperti ini penting untuk membuka wawasan dan meningkatkan kepekaan kita, khususnya terkait persoalan kebencanaan,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Rayon Hos Cokroaminoto, Sahabat M. Bari Asyari, menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam membaca dan merespons realitas sosial-politik nasional.

“Sebagai agent of change, mahasiswa harus terlibat aktif dalam mengawal jalannya pemerintahan. Bencana yang terjadi hari ini tidak semata-mata disebabkan faktor alam, tetapi juga merupakan akumulasi dari kelalaian kebijakan dan pengelolaan lingkungan di masa lalu,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Presiden Mahasiswa STAI Al Hikmah Jakarta turut menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal isu-isu publik agar tumbuh kesadaran kritis terhadap fenomena nasional.

“Kita berharap diskusi ini tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi melahirkan kesadaran kritis dan aksi nyata. PMII harus terus hadir sebagai penggerak perubahan dan penyampai suara publik dalam setiap persoalan bangsa,” katanya.

Menutup rangkaian kegiatan, ia berharap diskusi publik semacam ini dapat menjadi tradisi intelektual yang terus dirawat oleh kader PMII.

“Semoga kegiatan ini menjadi awal dari diskusi-diskusi lanjutan yang lebih besar dan berdampak. Kita memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal kebijakan publik demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutupnya. (Sup) 

Ikuti Kami :

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *