TRIMSATINEWS, KABUPATEN BEKASI – 8 Desa di Kecamatan Tambun Utara terendam banjir akibat meluapnya Kali Bekasi yang terjadi pada hari senin (03/03/2025) pada pukul 23.30 Wib. Sehingga sampai saat ini menggenangi 60 persen pemukiman yang terendam di daerah kecamatan tambun utara.
Camat Tambun Utara saat di hubungi, Najmuddin mengatakan, dirinya sudah melakukan koordinasi kepada TNI/Polri, PMI, BPBD untuk mengevakuasi masyarakat yang terjebak banjir didalam rumahnya.
“Ya, hari ini kami melakukan atau menyusuri masyarakat yang belum di evakuasi bersama instansi terkait, ternyata kita hanya terbatas dengan adanya perahu karet tersebut,” katanya.
Dirinya menjelaskan, di Kecamatan Tambun Utara tersebut ada 8 Desa yang tergenang akibat banjir pada senin yang lalu, sehingga mengakibatkan rumah terendam air dan akses jalan utama itu putus akibat genangan air.
“Ya, ada 8 desa yakni dengan ketinggian air mencapai 150 cm, yakni Desa Sriamur 15.885 jiwa yang terdampak, Srimukti 5.648 jiwa, Srimahi 3.626 jiwa, Satriamekar 14.773 jiwa, Jejalenjaya 6.549 jiwa, Satria Jaya 14.950 jiwa serta Karangsatria 61.499 jiwa,” terangnya.
Selain Jalan Raya Pisangan, jalur tikus di belakang Perumahan Darmawangsa Residence di Bekasi Utara yang berbatasan langsung dengan wilayah Tambun Utara juga terendam banjir, kantor Kecamatan Tambun Utara juga terendam.
Bagi warga Tambun Utara, jalur ini kerap menjadi alternatif apabila Jalan Raya Pisangan macet atau terendam banjir karena limpasan air Kali Bekasi. Kondisi yang sama juga terjadi di Jalan Raya Babelan.
“Ya, karena kan itu adalah jalan menuju kota bekasi arah ke babelan, itu juga terputus, dan yang arah mau ke tol gabus juga sama tidak bisa dilalui akibat luapan kali bekasi,” katanya.
Lebih lanjut kata dia, tadi mendapatkan informasi dari Kasi Trantib bahwa yang melaksanakan aktivitas kerja ke wilayah jakarta itu sudah bisa di lewatin.
“Ya, tadi saya meninjau alhamdulillah di kasih jalan untuk masyarakat yang kerja ke wilayah jakarta, jalan tol gabus di buka, tapi tetap kami selalu koordinasi kepada TNI/Polri,” katanya.
Najmuddin mengatakan, pihaknya sudah bersurat kepada BPBD, Dinsos, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pakaian serta Baznas Kabupaten Bekasi.
“Ya, kami sudah melakukan koordinasi kepada dinas terkait untuk meminta permohonan bantuan kepada masyarakat kami, dan kami juga sudah melakukan rapat kepada semua kepala desa untuk membuka dapur umum dan evakuasi,” tutupnya.
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.