KABUPATEN BEKASI, TRIMSATINEWS – Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan publik yang bersih, transparan, dan berbasis digital. Sejalan dengan agenda transformasi digital nasional, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat secara efisien, akuntabel, dan inklusif.
Salah satu bentuk konkret dari upaya tersebut adalah kolaborasi antara Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi dalam mengembangkan layanan digital di sektor kesehatan.
Akselerasi digital dilakukan mulai dari sistem layanan Puskesmas, sistem informasi imunisasi, pengawasan obat dan makanan, hingga pemantauan kesehatan berbasis aplikasi serta integrasi data kependudukan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Bahrul Ulum, menyampaikan bahwa sebagai leading sektor dalam transformasi digital, Diskominfosantik memainkan peran strategis dalam membangun infrastruktur digital, meningkatkan keamanan siber, dan mengintegrasikan berbagai layanan antar perangkat daerah.
“Setiap sistem yang dibangun tidak hanya menekankan pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada prinsip akuntabilitas dan integritas sebagai fondasi utama,” ujar Bahrul Ulum dalam Forum Group Discussion Pengembangan dan Penataan Digitalisasi Layanan Kesehatan, yang digelar di Aula Gedung Diskominfosantik, Kamis (10/07).
Menurutnya, keberhasilan digitalisasi layanan publik tidak hanya dilihat dari sisi teknis semata, melainkan dari tingkat kepercayaan masyarakat terhadap sistem yang berjalan.
“Inovasi yang dihadirkan harus berlandaskan prinsip integritas. Artinya, setiap proses yang berjalan harus bebas dari manipulasi data, transparan, dan dapat diaudit,” tegasnya.
Ia menambahkan, integritas dalam pelayanan publik mencerminkan komitmen terhadap keadilan dan akuntabilitas. Bukan hanya soal tata kelola internal, tetapi juga bagaimana masyarakat merasakan langsung manfaat layanan yang adil dan tidak diskriminatif.
Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap keamanan informasi, Diskominfosantik juga aktif mengedukasi masyarakat terkait literasi digital, termasuk kewaspadaan terhadap hoaks dan akun palsu yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
“Dalam beberapa waktu terakhir, marak situs dan akun media sosial palsu yang mengatasnamakan instansi, termasuk Dinas Kesehatan. Kami mengimbau masyarakat untuk hanya mengakses kanal resmi Pemkab Bekasi yang menggunakan domain bekasikab.go.id dan aplikasi resmi yang terdaftar di platform terpercaya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bahrul Ulum menjelaskan bahwa Pemkab Bekasi secara konsisten menargetkan integrasi menyeluruh seluruh layanan digital melalui roadmap transformasi digital daerah.
“Kami terus bersinergi dengan seluruh perangkat daerah, termasuk Dinas Kesehatan, untuk memastikan setiap layanan publik bisa dinikmati masyarakat secara inklusif. Teknologi hanyalah alat, namun yang paling penting adalah nilai dan kepercayaan yang dibangun melalui layanan,” pungkasnya.
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.