JAKARTA – Bidang Kaderisasi Nasional Pengurus Besar Korps PMII Putri (KOPRI PB PMII) sukses menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator Nasional (Fasnas) pada 26–29 Juli 2025 bertempat di Gedung PBNU, Jakarta. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam penguatan kapasitas kepemimpinan perempuan yang adaptif terhadap tantangan global, namun tetap berpijak pada nilai-nilai ideologi kebangsaan.
Dengan mengusung tema “Suara Strategis Perempuan Melalui Diplomasi, Digitalisasi, dan Pemahaman Geopolitik Global,” pelatihan ini difasilitasi oleh para ahli dari Lakpesdam PBNU selama tiga hari penuh, menghadirkan perspektif strategis dan keterampilan praktis bagi para kader perempuan.
Dalam sambutan pembuka, Dadang Sholihin, Tenaga Profesional Bidang Sosial Budaya dari Lemhannas RI, menekankan bahwa integritas ideologis adalah fondasi utama dalam membangun kepemimpinan nasional yang kuat.
“Kepemimpinan perempuan tidak hanya dituntut piawai secara teknokratik, tetapi juga wajib memiliki akar ideologis yang kokoh berdasarkan empat konsensus kebangsaan: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi peran strategis KOPRI PB PMII sebagai ruang kaderisasi perempuan yang mampu mencetak pemimpin adaptif di tengah arus globalisasi dan disinformasi.
Sementara itu, Ketua Umum KOPRI PB PMII, Wulan Sari, menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan sekadar mencetak fasilitator teknis, tetapi sebagai upaya melahirkan pemimpin perempuan yang ideologis dan progresif.
“Kami ingin fasilitator menjadi agen perubahan yang tidak hanya menghidupkan forum, tetapi juga menghidupkan kesadaran ideologis hingga ke tingkat basis,” tegasnya.
Dewi Avivah, Ketua Bidang Kaderisasi Nasional PB KOPRI, menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan agenda penting dan strategis untuk mengokohkan struktur kaderisasi di seluruh wilayah.
“Peserta pelatihan ini merupakan kader yang telah mengikuti Sekolah Kader Kopri Nasional (SKKN), sebagai bentuk legitimasi untuk memastikan kualitas dan standar fasilitator,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa di masa kepemimpinan Wulan Sari, KOPRI PB PMII tengah menyusun modul Fasilitator Nasional secara kolaboratif bersama Lakpesdam PBNU, yang akan menjadi warisan penting dalam sistem kaderisasi ke depan.
“Fasilitator yang dilatih tidak hanya akan menjadi pendamping pelatihan, tetapi motor penggerak kaderisasi perempuan yang relevan dengan konteks global dan lokal,” tambah Dewi.
Sebagai bentuk tindak lanjut, para fasilitator nasional hasil pelatihan ini akan langsung diterjunkan ke berbagai wilayah Indonesia yang menyelenggarakan Sekolah Kader Kopri (SKK), guna memastikan implementasi dan pendampingan kaderisasi berjalan secara kontekstual dan berdampak.
Pelatihan ini merupakan bukti nyata komitmen KOPRI PB PMII dalam melahirkan pemimpin perempuan masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik dan terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, integritas ideologis, dan keberpihakan pada nilai-nilai kebangsaan.
Kontak Media:
Bidang Kaderisasi Nasional PB KOPRI PMII
Email: kaderisasi.kopri@gmail.com
Instagram: @kopriofficial
Website: www.kopri.id
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.