KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS – Komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk terus melakukan efisiensi anggaran, menata sektor perdagangan rakyat, serta mendorong inovasi ekonomi di tengah dinamika perkembangan kota yang semakin pesat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Tri menanggapi berbagai isu yang tengah berkembang di masyarakat, mulai dari persoalan hukum aset Pasar Seni Pondok Gede, target Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga rencana penggunaan kendaraan listrik untuk efisiensi biaya operasional pemerintahan.
Terkait sengketa lahan Pasar Seni Pondok Gede, Tri menegaskan bahwa Pemkot Bekasi menyerahkan sepenuhnya proses penyelesaian kepada pengadilan.
“Sekarang kan sudah ada di pengadilan, jadi diserahkan saja ke pengadilan. Nanti diputuskan oleh pengadilan negeri,” ujar Tri.
Sementara itu, mengenai capaian PAD tahun 2025, Tri mengatakan pihaknya masih melakukan evaluasi dan optimalisasi.
“Akhir tahun 2025 saya belum melihat, tapi tentu terus kita lakukan optimalisasi. Targetnya tetap seratus persen bisa kita capai,” ungkapnya.
Tri juga menanggapi kondisi sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bekasi yang mengalami penurunan aktivitas, seperti Grand Mall dan Bekasi Junction. Ia menilai persoalan tersebut bukan semata karena faktor ekonomi, melainkan karena perubahan tren dan selera masyarakat.
“Sekarang banyak pilihan hiburan baru. Pengelola mal harus berbenah diri, berinovasi agar tetap menarik minat pengunjung,” jelas Tri.
Mengenai inflasi Kota Bekasi, Tri memastikan kondisinya masih aman dan terkendali.
“Inflasi kita masih dalam batas target nasional, sekitar dua koma sekian persen,” katanya.
Untuk sektor perdagangan rakyat, Tri menegaskan bahwa penataan pedagang kaki lima (PKL) di sekitar area publik bukan berarti penggusuran, melainkan bagian dari proses penataan sementara akibat adanya pembangunan.
“Kalau pembangunan itu sifatnya sementara. Nanti kita tata saja agar lebih rapi. Orang ke alun-alun juga pengen jajan dan jualan, jadi tetap kita atur supaya tertib,” ujarnya.
Selain itu, Tri mengungkapkan bahwa Pemkot Bekasi akan menerapkan kebijakan efisiensi kendaraan dinas melalui sistem sewa mobil listrik.
“Kita tidak melakukan pengadaan baru. Kendaraan lama yang sudah berumur lebih dari tujuh tahun akan dijual, dan hasilnya digunakan untuk sewa mobil listrik. Lebih hemat, karena tidak perlu biaya BBM, pajak, dan perawatan,” jelas Tri.
Terkait kenaikan harga bahan pokok, Tri juga menilai rencana pembentukan pasar semi induk di kawasan Pondok Gede sebagai langkah tepat untuk mempertemukan pedagang dan pembeli dalam konsep pasar yang lebih tertata.
“Harapannya pedagang di Pondok Gede bisa lebih nyaman, lebih rapi. Ini bagian dari upaya optimalisasi distribusi kebutuhan pokok masyarakat,” katanya menutup pernyataan.
Melalui berbagai langkah tersebut, Wali Kota Tri Adhianto berharap perekonomian Kota Bekasi dapat tumbuh stabil, sektor perdagangan rakyat semakin tertata, dan pelayanan publik berjalan lebih efisien serta adaptif terhadap perubahan zaman.
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.