Kabel Udara Hilang, Estetika Kota Naik Kelas: Bekasi Perkuat Smart City

Penulis : redaksi
IMG-20251203-WA0019

KOTA BEKASI,TRIMSATINEWS – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terus memperkuat visi sebagai kota cerdas (smart city) melalui pembangunan infrastruktur modern yang lebih tertata, nyaman, dan aman bagi masyarakat. Sebagai wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta, berbagai langkah pembenahan tata kota kini menjadi prioritas utama.

Upaya tersebut terlihat nyata dari peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH), penataan trotoar untuk pejalan kaki, hingga penerapan sistem ducting yang akan merapikan jaringan kabel fiber optik di pusat kota dan kawasan padat aktivitas. Dengan sistem ini, kabel udara yang selama ini semrawut dan mengurangi estetika perkotaan dialihkan ke dalam tanah.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa kebijakan ducting bukan hanya soal tampilan kota yang lebih modern, tetapi juga menyangkut keselamatan masyarakat.

“Ducting ini utamanya berkaitan dengan estetika dan meminimalisir potensi kecelakaan. Ada kasus yang bahkan sampai menimbulkan korban jiwa. Karena itu, perlu percepatan agar Bekasi menjadi kota yang modern,” tegas Tri, Rabu (3/12/2025).

Menariknya, proyek ini tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Fase awal pembangunan senilai Rp180 miliar akan dibiayai melalui skema kerja sama dengan pihak swasta.

“Jika tahap awal berjalan baik, akan diperluas hingga mencakup seluruh wilayah. Lokasi perdana yang akan diterapkan meliputi Medansatria, Bekasi Barat dan Bekasi Utara,” jelasnya.

Dukungan mengalir dari sektor swasta. Direktur Utama PT Mitra Patriot, David Rahardja, menyatakan pihaknya siap menjadi bagian dalam transformasi digital Kota Bekasi.

“Ini bukan sekadar proyek fisik. Ducting adalah inisiatif untuk meningkatkan kualitas hidup warga. Kami menyediakan fasilitas penempatan kabel telekomunikasi yang ditanam di bawah tanah agar kota lebih rapi dan aman,” ujar David.

David menambahkan, proses pemilihan mitra kerja ditargetkan dimulai pada akhir 2025 atau selambat-lambatnya Januari 2026. Sementara penandatanganan kerja sama serta peletakan batu pertama direncanakan pada Februari–Maret 2026.

“Kami optimis tahapan akan berjalan tepat waktu,” pungkasnya. (Sup) 

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *