KABUPATEN BEKASI, TRIMSATINEWS– Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap pengurangan emisi karbon dan pelestarian lingkungan, PT Jababeka Tbk. menargetkan penanaman 100.000 mangrove di wilayah pesisir Pantai Bahagia, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Jababeka Ecoweek 2025, program tahunan yang berfokus pada penguatan green belt pesisir dan pemberdayaan masyarakat.
Mengusung tema “Green Coasts, Stronger Future: Empowering Communities through Mangrove Conservation”, program ini diharapkan mampu menyerap lebih dari 400 ton CO₂e per tahun, sekaligus melindungi wilayah pesisir dari abrasi, banjir rob, dan dampak perubahan iklim lainnya.
Direktur PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan strategi jangka panjang untuk menciptakan kawasan industri yang tangguh terhadap krisis iklim.
“Kami ingin membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan,” ujar Vega.
Dalam pelaksanaannya, Jababeka menggandeng lebih dari 15 tenant kawasan industri seperti PT Hanes Supply Chain Indonesia, PT KAO Indonesia, PT Sika Indonesia, hingga PT Komatsu Undercarriage Indonesia. Jenis mangrove yang ditanam adalah Rhizophora sp., yang dikenal efektif menyerap karbon dan logam berat.
Tak hanya perusahaan, kolaborasi juga melibatkan Preserve Foundation, komunitas lingkungan dari mahasiswa President University, yang sebelumnya telah menanam 1.000 pohon di Jababeka Botanical Garden dan menggelar seminar bertema keberlanjutan lingkungan.
Ketua Preserve Foundation, I Gusti Ngurah P. Prayata Anom, menyebut program ini sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam pelestarian ekosistem dan pengembangan wisata berbasis mangrove yang inklusif.
Kegiatan juga melibatkan masyarakat pesisir melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) binaan Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi.
“Program ini membuka peluang ekonomi baru bagi warga lokal melalui produk olahan mangrove,” ujar Sonhaji, Ketua Pokdarwis Alipbata Pantai Bahagia.
Apresiasi datang dari berbagai pihak, termasuk Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bekasi, Drs. H. Iyan Priyatna, M.Si., yang menyebut program ini layak meraih Rekor MURI, serta Vina Sari Nalurita, S.STP., M.Si. dari Bappeda Kabupaten Bekasi yang menggarisbawahi pentingnya keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
Upaya ini juga menegaskan posisi Jababeka sebagai kawasan industri pertama dan satu-satunya di Indonesia yang meraih PROPER Hijau dari KLHK RI tahun 2023 — indikator keberhasilan pengelolaan lingkungan di atas standar.
Lebih dari sekadar program lingkungan, Jababeka juga menjalankan berbagai inisiatif sosial lainnya seperti Gerakan Sehat Atasi Stunting (GETAS) dan Jababeka Scholarship Program, sebagai bentuk kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar.
Dengan semangat kolaborasi dan keberlanjutan, Jababeka terus membuktikan diri sebagai pionir transformasi industri hijau di Indonesia – menghadirkan kawasan industri yang tidak hanya produktif, tapi juga selaras dengan alam dan masa depan.
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.