Ahmad Faisyal Hermawan: Pariwisata Jabar Harus Jadi Mesin Peningkatan PAD

Penulis : redaksi
IMG-20260607-WA0075

JAWA BARAT,TRIMSATINEWS – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Faisyal Hermawan, menegaskan pentingnya optimalisasi sektor pariwisata sebagai salah satu sumber strategis peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus penggerak ekonomi masyarakat di Jawa Barat.

Menurut Faisyal, Jawa Barat memiliki kekayaan wisata yang sangat beragam, mulai dari kawasan pegunungan, hutan, danau, hingga pesisir pantai yang mampu menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah jika dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat setempat.

“Jabar memiliki keindahan alam yang luar biasa, dari pegunungan hingga kawasan pesisir yang bisa menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan sumber PAD yang sangat potensial,” ujarnya saat di wawancarai pada Senin (8/6/2026).

Meski demikian, Faisyal menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar yang menghambat optimalisasi sektor pariwisata dalam memberikan kontribusi maksimal terhadap PAD daerah. Salah satu tantangan utama adalah persoalan tata kelola lingkungan yang belum berjalan optimal, terutama terkait penanganan sampah dan limbah di kawasan wisata.

Menurutnya, kondisi lingkungan yang kurang terawat dapat menurunkan daya tarik destinasi wisata dan berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat maupun daerah.

“Pantai-pantai kita sering kali tercemar sampah plastik dan limbah, sehingga justru mengurangi daya tarik wisatawan, menurunkan pendapatan UMKM pesisir, dan pada akhirnya berdampak pada realisasi PAD daerah,” kata Faisyal.

Selain persoalan lingkungan, Faisyal juga menyoroti pentingnya pemberdayaan masyarakat lokal dalam pengembangan sektor pariwisata. Ia menilai masyarakat sekitar destinasi wisata harus menjadi pelaku utama dalam ekosistem ekonomi pariwisata agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara merata.

“Banyak masyarakat hanya menjadi penonton, sementara manfaat ekonomi lebih banyak dinikmati pihak luar. Padahal, jika masyarakat lokal diberdayakan, kontribusi pariwisata terhadap PAD akan jauh lebih besar dan merata,” tegasnya.

Lebih lanjut, Faisyal menekankan bahwa pembangunan sektor pariwisata harus berpijak pada prinsip keberlanjutan dengan mengintegrasikan nilai budaya lokal dan aspek ekologis dalam setiap kebijakan. Menurutnya, keberhasilan pariwisata tidak semata diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan menjaga kelestarian lingkungan dan budaya daerah.

“Pariwisata tidak boleh hanya mengejar jumlah kunjungan semata, tapi harus menjaga kelestarian budaya dan lingkungan agar berkelanjutan sehingga dapat memberikan kontribusi PAD yang stabil dan jangka panjang,” ujarnya.

Faisyal berharap pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat tata kelola destinasi wisata, meningkatkan kualitas infrastruktur pendukung, memberdayakan pelaku UMKM lokal, serta memperketat pengelolaan lingkungan di kawasan wisata.

Dengan langkah tersebut, ia optimistis sektor pariwisata Jawa Barat mampu berkembang menjadi salah satu sektor unggulan yang tidak hanya meningkatkan PAD secara signifikan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, memperkuat ekonomi kerakyatan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (SUP) 

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *