KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS– Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Bekasi dengan membawa sejumlah tuntutan terkait persoalan yang dinilai tengah dihadapi masyarakat. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan 13 tuntutan yang mencakup isu pengangguran, kemiskinan, pengelolaan sampah, hingga evaluasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi yang berlangsung di halaman depan Gedung DPRD Kota Bekasi itu diikuti oleh berbagai elemen mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Kota Bekasi. Massa aksi menyampaikan kritik terhadap sejumlah kebijakan dan kondisi sosial yang dianggap memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
Ketua BEM UDM Pertiwi, Ahmad Dhani, menegaskan bahwa berbagai persoalan yang terjadi saat ini harus segera mendapatkan solusi konkret.
“Kota Bekasi sedang tidak baik-baik saja. Banyak krisis yang kalau tidak ditangani secara serius akan berdampak buruk terhadap masa depan daerah ini,” ujarnya dalam orasi di hadapan peserta aksi.
Salah satu sorotan utama mahasiswa adalah pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka menilai keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah belum berjalan efektif. Menurut mereka, jarak antar dapur yang terlalu berdekatan menyebabkan distribusi layanan tidak optimal.
Mahasiswa menilai idealnya satu dapur mampu melayani sekitar 3.000 siswa, namun dalam praktiknya hanya melayani sekitar 1.000 hingga 1.500 siswa. Kondisi tersebut dinilai perlu dievaluasi agar program yang menjadi prioritas nasional itu dapat berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.
Selain itu, persoalan tingginya angka pengangguran juga menjadi perhatian. Massa aksi menyoroti dugaan masih adanya praktik pungutan biaya administrasi dalam proses penyaluran tenaga kerja melalui sejumlah yayasan. Mereka meminta pemerintah dan aparat terkait melakukan pengawasan yang lebih ketat agar peluang kerja dapat diakses masyarakat secara adil dan transparan.
Permasalahan pengelolaan sampah di TPST Bantargebang turut menjadi tuntutan mahasiswa. Mereka menilai hingga saat ini belum terdapat langkah penyelesaian yang benar-benar mampu mengatasi persoalan sampah yang terus menjadi perhatian masyarakat Kota Bekasi.
Situasi aksi sempat memanas ketika massa mengancam akan meningkatkan eskalasi demonstrasi apabila tidak ada perwakilan DPRD yang bersedia menemui mereka untuk berdialog secara langsung.
Merespons hal tersebut, Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, turun langsung menemui para demonstran. Bahkan, ia memilih duduk bersama massa aksi di depan gerbang DPRD guna mendengarkan aspirasi yang disampaikan.
“Kami sebagai anggota DPRD tentu menerima segala masukan dan menyatakan siap untuk mengawal segala tuntutan dari teman-teman semuanya,” ujar Sardi di hadapan peserta aksi.
Menurutnya, berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa perlu diperkuat melalui mekanisme kelembagaan DPRD agar dapat ditindaklanjuti secara lebih efektif.
“Namun hal tersebut perlu diperkuat dan dibawa juga melalui audiensi bersama komisi-komisi yang membidanginya sebagai alat kelengkapan dewan,” katanya.
Sardi juga berharap berbagai persoalan yang disampaikan mahasiswa dapat menjadi perhatian pemerintah pusat sehingga solusi yang dibutuhkan masyarakat dapat segera diwujudkan.
“Mudah-mudahan pemerintah pusat melihat dan mendengar dari beberapa aspirasi yang teman-teman sampaikan, dengan harapan ini dapat segera teratasi,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengakui bahwa masyarakat saat ini menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang berdampak pada kehidupan sehari-hari.
“Kami merasakan betul apa yang dirasakan oleh masyarakat dampak dari kenaikan BBM,” tambahnya.
Menutup dialog, Sardi mengajak mahasiswa untuk terus mengawal aspirasi yang telah disampaikan melalui jalur audiensi dan pembahasan bersama komisi-komisi DPRD.
“Tambahannya bagi teman-teman untuk turut serta memfollow-up aspirasinya melalui komisi-komisi di DPRD agar dapat dibawa dalam rumusan besar,” pungkasnya.
Aksi demonstrasi tersebut akhirnya berlangsung kondusif setelah terjadinya dialog antara mahasiswa dan pimpinan DPRD Kota Bekasi. Mahasiswa berharap seluruh tuntutan yang mereka sampaikan tidak hanya menjadi catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah nyata demi perbaikan kondisi Kota Bekasi ke depan. (SUP)