Kader GMNI Kota Bekasi Bantu Anak Putus Sekolah Kembali Belajar

Penulis : redaksi
IMG-20251014-WA0027

KOTA BEKASI, TRISMATINEWS– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat kecil. Tak hanya berhenti di ruang diskusi, para kader GMNI turun langsung ke lapangan membantu anak-anak yang telah lama putus sekolah agar bisa kembali belajar.

Melalui kerja sama dengan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) SKB Kota Bekasi, kader GMNI berhasil memfasilitasi tiga anak yang sebelumnya tidak bersekolah. Salah satunya bahkan telah berhenti sejak kelas dua sekolah dasar, sekitar 15 tahun lalu. Dua anak lainnya berasal dari jenjang SMP dan kini bersiap melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

Menurut para kader GMNI, fenomena anak putus sekolah di perkotaan masih cukup tinggi. Bukan karena kurangnya semangat belajar, melainkan akibat faktor ekonomi, lingkungan yang tidak mendukung, serta keterbatasan akses terhadap pendidikan. Pendampingan yang dilakukan GMNI menjadi langkah awal untuk membuka kembali jalan mereka menuju masa depan yang lebih baik.

“Kami menemukan masih banyak anak-anak di Kota Bekasi yang belum mendapatkan hak dasarnya untuk belajar. Padahal mereka punya semangat dan kemampuan, hanya saja terkendala kondisi,” ujar Alif Nur Muhammad, kader GMNI yang turut mendampingi anak-anak tersebut.

Sementara itu, Fajar Febriyandi, Ketua DPC GMNI Kota Bekasi, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk nyata penerapan nilai-nilai Marhaenisme. Menurutnya, pendidikan adalah kunci pembebasan rakyat sebagaimana pesan Bung Karno tentang pentingnya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian bangsa.

“Gerakan mahasiswa harus hadir langsung di tengah rakyat. Tiga anak ini hanyalah contoh kecil dari banyak anak lain yang membutuhkan perhatian. Kami akan terus berjuang agar tak ada lagi generasi bangsa yang kehilangan haknya untuk belajar,” tegas Fajar.

GMNI Kota Bekasi juga menyerukan kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah agar persoalan anak putus sekolah dapat diatasi secara berkelanjutan. Bagi mereka, perjuangan di bidang pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara, tetapi juga tanggung jawab moral seluruh anak. (Sup) 

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *