KABUPATENTEN BEKASI,TRIMSATINEWS- Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di kawasan Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (18/05/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program prioritas Presiden berjalan sesuai target sekaligus memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dan putus sekolah.
Dalam kunjungannya, Dudung didampingi Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja serta Dandim 0509/Kabupaten Bekasi Michael Ronald Simbolon.
Dudung menyampaikan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi saat ini telah mencapai lebih dari 65 persen dan ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026 agar dapat digunakan pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
“Ini sebagai bukti nyata keseriusan Presiden dalam menjalankan program prioritas unggulan, salah satunya Sekolah Rakyat. Saya selaku KSP melakukan pengawasan dan pengendalian langsung agar pembangunan berjalan sesuai target,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan gratis berkonsep boarding school yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu maupun yang mengalami putus sekolah pada jenjang SD, SMP hingga SMA.
Menurut Dudung, fasilitas yang disiapkan tidak hanya ruang belajar, tetapi juga sarana olahraga, ruang bermain hingga kebutuhan dasar siswa seperti pakaian, sepatu dan konsumsi harian yang seluruhnya ditanggung pemerintah.
“Sekolah ini gratis. Seragam, sepatu, makan sampai makanan tambahan juga disiapkan pemerintah. Ini bentuk perhatian negara untuk menciptakan sumber daya manusia unggul,” katanya.
Ia menambahkan, secara nasional pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat setiap tahun dengan target total mencapai 500 sekolah dalam lima tahun ke depan. Saat ini, sebanyak 93 sekolah sedang dibangun dari nol di berbagai daerah.
Selain program Sekolah Rakyat, pemerintah juga tengah mengembangkan program Sekolah Garuda sebagai sekolah unggulan berbasis prestasi akademik, khususnya bagi siswa dengan kemampuan tinggi di bidang matematika dan sains.
“Kalau Sekolah Garuda ini memang untuk siswa berprestasi. Nilai matematikanya minimal di atas 85 dan nanti diarahkan agar mampu bersaing hingga ke tingkat internasional,” ungkap Dudung.
Selain memastikan progres pembangunan, Dudung juga melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait kesiapan penerimaan siswa. Proses pendataan calon peserta didik dilakukan melalui kerja sama pemerintah daerah bersama Kementerian Sosial.
Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi direncanakan mampu menampung sekitar 1.060 siswa dari jenjang SD, SMP hingga SMA. Meski demikian, Dudung mengakui masih terdapat tantangan pada jenjang sekolah dasar, terutama terkait kesiapan orang tua melepas anaknya mengikuti sistem asrama.
“Awalnya memang ada kekhawatiran orang tua, tetapi setelah melihat fasilitas dan perhatian yang diberikan, biasanya mereka mulai menerima,” tandasnya.
Sorry, we couldn't find any posts. Please try a different search.