12x2 hari jadi bekasi

Jababeka Percepat Transisi Energi, Dorong Pemanfaatan Solar Panel di Kawasan Industri

Penulis : redaksi
IMG-20260825-WA0023

JAKARTA, TRIMSATINEWS– PT Jababeka Infrastruktur terus mendorong percepatan transisi energi di kawasan industri melalui perluasan akses Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap bagi para tenant.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Operasional PT Jababeka Infrastruktur, Vega Violetta Puspa, dalam Breakout Session 10 bertajuk “Greening Industrial Parks: Scaling Rooftop Solar for Industrial Decarbonisation” pada ajang IndoSolar 2026 di Fairmont Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Dalam forum yang diselenggarakan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) bersama GIZ tersebut, Vega mengungkapkan bahwa minat tenant di Kawasan Industri Jababeka terhadap penggunaan panel surya terus mengalami peningkatan.

Namun, menurutnya, implementasi PLTS Atap masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya keterbatasan kuota yang tersedia.

“Tenant di kawasan industri Jababeka sebenarnya sudah banyak yang ingin menggunakan solar panel. Namun, salah satu kendalanya adalah kuota yang tersedia. Kami berharap pemerintah dapat mendukung proses akselerasi sistem kuota untuk energi terbarukan agar kebutuhan industri dapat lebih cepat terakomodasi,” ujar Vega.

Selain persoalan kuota, kesiapan bangunan juga menjadi salah satu perhatian dalam pemasangan PLTS Atap. Karakteristik tenant Jababeka yang beragam, mulai dari perusahaan besar hingga usaha kecil dan menengah, membuat kondisi konstruksi setiap bangunan tidak selalu sama.

Sebagian tenant juga masih membutuhkan informasi mengenai spesifikasi serta persyaratan struktur atap yang harus dipenuhi sebelum pemasangan PLTS Atap dilakukan.

Vega menilai pengelola kawasan industri memiliki peran strategis dalam membantu tenant memahami kesiapan infrastrukturnya sekaligus mempertemukan kebutuhan industri dengan penyedia solusi energi terbarukan.

Upaya tersebut sejalan dengan visi Jababeka dalam membangun kawasan industri yang lebih berkelanjutan. Dalam forum IndoSolar 2026, Jababeka juga menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Net Zero Industrial Cluster Community pada 2050, atau 10 tahun lebih cepat dibandingkan target net zero pemerintah pada 2060.

Komitmen tersebut menjadi landasan bagi Jababeka untuk terus mendorong pemanfaatan energi bersih dan berbagai solusi rendah karbon di lingkungan kawasan industri.

Perspektif mengenai pentingnya dukungan kebijakan turut disampaikan Hendro Gunawan, Policy Analyst in Renewable Energy Kementerian ESDM. Ia membahas pentingnya kebijakan dan regulasi dalam memperluas pemanfaatan PLTS Atap sekaligus menjaga keandalan sistem ketenagalistrikan nasional.

Sementara itu, Philip Effendy, VP of Operations PT Xurya Daya Indonesia, menyoroti pentingnya aspek teknis, integrasi dengan operasional industri, model bisnis, serta skema pembiayaan agar pengembangan PLTS Atap dapat diterapkan secara lebih luas.

Dari sisi pelaku industri, Dina Ferydsa Verdiana, Climate Risk Specialist Asia Pulp & Paper Group, menilai energi terbarukan semakin relevan sebagai bagian dari strategi iklim dan dekarbonisasi perusahaan, terutama dalam merespons tuntutan investor, pelanggan, serta rantai pasok global.

Melalui partisipasinya dalam IndoSolar 2026, Jababeka menegaskan bahwa percepatan transisi energi membutuhkan kolaborasi antara pengelola kawasan industri, tenant, pemerintah, dan penyedia solusi energi terbarukan.

Bagi Jababeka, peningkatan akses terhadap energi bersih bukan hanya untuk mendukung pencapaian target net zero, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun kawasan industri yang lebih hijau, kompetitif, dan siap menghadapi kebutuhan industri di masa depan.

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *