PENGANDARAN, TRIMSATINEWS – Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Barat menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui rangkaian kegiatan strategis di Kabupaten Pangandaran.
Kegiatan tersebut meliputi Rapat Kerja Daerah (Rakerda), penanaman 1.000 pohon mangrove, serta dialog publik tentang pengembangan pariwisata ekologis maritim yang berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari itu menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus bentuk nyata kepedulian PMII terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan daerah berbasis keberlanjutan.
Ketua PKC PMII Jawa Barat, Rusli Hermawan, mengatakan Rakerda merupakan forum penting untuk merumuskan arah kebijakan organisasi, menyusun program kerja, dan memperkuat sinergi kader PMII di seluruh Jawa Barat.
“Rakerda bukan hanya ruang evaluasi dan perencanaan organisasi, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen kader PMII agar terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Selain agenda organisasi, PMII Jawa Barat juga melaksanakan aksi lingkungan melalui penanaman 1.000 pohon mangrove di kawasan pesisir Pangandaran. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem pantai sekaligus mengurangi risiko abrasi dan dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat pesisir.
Penanaman mangrove melibatkan kader PMII, pemerintah daerah, komunitas lingkungan, serta masyarakat setempat. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis jangka panjang sekaligus meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya menjaga kawasan pesisir dan laut.
Tidak hanya itu, rangkaian kegiatan juga diisi dengan dialog publik bertema “Mewujudkan Pangandaran sebagai Destinasi Pariwisata Ekologis Maritim yang Berkelanjutan dan Mendunia.”
Tema tersebut diangkat sebagai respons atas besarnya potensi Kabupaten Pangandaran yang memiliki kekayaan sumber daya alam, kawasan pesisir, serta sektor pariwisata yang menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah.
Dalam forum tersebut, PMII Jawa Barat mendorong lahirnya berbagai gagasan dan rekomendasi strategis guna menjadikan Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Konsep pariwisata ekologis maritim yang dibahas mencakup sejumlah aspek penting, di antaranya pelestarian ekosistem mangrove, terumbu karang, dan kawasan konservasi; penguatan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM, nelayan, serta komunitas wisata; pembangunan pariwisata yang menyeimbangkan aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan; hingga peningkatan daya saing destinasi wisata di tingkat global.
Selain itu, forum tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan.
Dialog publik menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Jeje Wiradinata selaku Ketua HSNI Kabupaten Pangandaran, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, akademisi, tokoh masyarakat, serta generasi muda.
Melalui tiga agenda besar tersebut, PKC PMII Jawa Barat menegaskan perannya sebagai organisasi kader yang tidak hanya fokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga aktif mengambil bagian dalam menjaga lingkungan dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.
PMII Jawa Barat meyakini bahwa masa depan Pangandaran sebagai destinasi pariwisata kelas dunia harus dibangun di atas fondasi kelestarian lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta tata kelola pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Menjaga alam hari ini adalah investasi untuk masa depan. Pangandaran memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata kelas dunia, namun harus dibangun dengan prinsip keberlanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi mendatang,” tutup Rusli. (SUP)