Pemkab Bekasi Genjot Kenaikan Kelas UMKM Lewat Kurasi dan Kemitraan Ritel, Hadapi Tantangan Pemadaman Listrik

Penulis : redaksi
IMG-20260625-WA0006

KABUPATEN BEKASI, TRIMSATINEWS- Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi belakangan ini mengganggu roda produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Keterhentian pasokan listrik membuat banyak pelaku usaha terpaksa menunda produksi, terutama yang bergantung pada mesin dan peralatan listrik untuk memenuhi pesanan.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bekasi Hasan Basri mengakui dampak tersebut. Ia menyampaikan keluhan pelaku usaha langsung terasa saat orderan menumpuk namun produksi terhambat karena listrik padam.

“Dampaknya tentu ada. Saat UMKM sedang memproduksi barang dan ada pesanan dari perusahaan maupun konsumen, prosesnya jadi tertunda karena pemadaman listrik,” ujar Hasan saat menghadiri Festival Band dan Bazar UMKM Hari Bhayangkara ke-80 di Tambun Selatan, Rabu malam 24/06/2026.

Ia menyebut persoalan kelistrikan merupakan kewenangan penyedia layanan. Meski begitu, Pemkab Bekasi melalui Dinas Koperasi dan UKM tetap berfokus memperkuat ketahanan UMKM melalui pembinaan berkelanjutan dan perluasan akses pasar agar usaha tetap tumbuh.

“Untuk pemadaman listrik kami koordinasikan dengan pihak terkait. Dari sisi kami, fokusnya adalah bagaimana UMKM terus berkembang dan kapasitas usahanya meningkat,” katanya.

Salah satu strategi yang dijalankan adalah kurasi produk dan kemitraan dengan jaringan ritel modern. Hasan menyebut pihaknya rutin membina UMKM setiap tahun serta menggandeng Indomaret dan Alfamart agar produk lokal bisa masuk ke pasar yang lebih luas.

“Dalam waktu dekat akan ada kurasi produk UMKM untuk menyeleksi mana yang berpotensi masuk ke pasar modern,” jelas Hasan.

Proses kurasi, lanjut Hasan, tidak mudah karena ritel modern menuntut standar tinggi. Produk wajib memenuhi aspek kemasan, kejelasan bahan baku, kelengkapan izin usaha, hingga sertifikat halal.

“Produk yang masuk pasar modern tidak bisa sembarangan. Packaging harus bagus, bahan baku jelas, perizinan lengkap termasuk sertifikat halal. Seleksinya ketat, tapi ini justru jadi tantangan sekaligus peluang bagi UMKM untuk naik kelas,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Hasan mengapresiasi Festival Band dan Bazar UMKM yang diinisiasi Polres Metro Bekasi. Kegiatan itu diikuti sekitar 60 pelaku UMKM yang memamerkan produk unggulan daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini rutin digelar karena efektif memperkenalkan produk UMKM ke masyarakat. Antusiasme pelaku usaha tinggi, hanya keterbatasan tempat membuat jumlah peserta masih terbatas,” pungkasnya. (Sup)

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *