12x2 hari jadi bekasi

Muktamar Ke-35 NU: Fraksi PKB Kota Bekasi Soroti Roadmap 25 Tahun, Digitalisasi, hingga Penguatan Akar Rumput

Penulis : redaksi
alit_jamaludin

KABUPATEN JOMBANG, TRIMSATINEWS – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Bekasi menilai perhelatan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebagai titik krusial lahirnya gagasan-gagasan besar untuk mengarungi abad kedua organisasi.

Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, menyampaikan bahwa forum musyawarah tertinggi ini harus menjadi momentum kebangkitan untuk memperkuat persatuan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi umat.

“Kami berharap Muktamar Ke-35 NU di Jombang ini menjadi momentum kebangkitan nyata. Tantangan di abad kedua NU membutuhkan jajaran kepemimpinan yang adaptif, mampu bergerak cepat, dan menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri organisasi,” ujar Alit pada Jumat (28/8).

Alit mengungkapkan, Muktamar Ke-35 NU menjadi panggung konsolidasi strategis mengingat PBNU telah menyiapkan peta jalan (roadmap) 25 tahun ke depan. Perencanaan jangka panjang ini mencakup penguatan fungsi keagamaan, kemanusiaan, hingga transformasi digital.

“Banyak gagasan baru yang berkembang di Muktamar NU untuk menghadapi abad kedua organisasi. Penyiapan roadmap 25 tahun ke depan oleh PBNU ini sangat krusial agar arah gerak organisasi makin terukur,” jelasnya.

Selain agenda kepemimpinan, Alit menyoroti respons kritis NU terhadap isu-isu kontemporer yang dibahas dalam sidang Bahtsul Masail. Menurutnya, pembahasan hukum Islam di arena Muktamar kini makin membumi dan menyentuh problematika riil masyarakat modern.

“Isu strategis Bahtsul Masail turut membahas perlindungan data pribadi serta menyoroti prosedur Proyek Strategis Nasional (PSN) agar senantiasa mengutamakan kerelaan dan keadilan bagi masyarakat,” lanjut Alit.

Di tingkat akar rumput, Alit menekankan pentingnya rekomendasi Muktamar dalam memperkokoh struktur paling bawah organisasi serta fondasi pendidikan dini.

“Hal yang tidak kalah penting adalah penguatan sistem Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) serta perhatian pada guru ngaji berbasis masjid dan musala sebagai fondasi umat sejak usia dini. Selain itu, konsolidasi di tingkat Ranting perlu diperkuat agar hubungan pengurus pusat dan akar rumput tetap hidup berdampingan dengan tradisi pesantren,” pungkasnya. (Sup)

Ikuti Kami :
Posted in ,

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *