KABUPATEN JOMBANG, TRIMSATINEWS — Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Bekasi menyampaikan sejumlah gagasan strategis untuk diperjuangkan dalam perhelatan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang. Momentum Muktamar di awal abad kedua ini dinilai harus menjadi panggung transformasi agar struktur kepemimpinan dan tata kelola organisasi makin modern, independen, serta berdaya saing.
Ketua IKA PMII Kabupaten Bekasi, Asep Wawan, menegaskan pentingnya pembaharuan dalam jajaran kepemimpinan organisasi agar lebih inklusif. Menurutnya, potensi generasi muda dan kelompok perempuan harus terwadahi secara optimal di jajaran pengurus.
“Sudah saatnya NU lebih memberikan porsi lebih besar untuk generasi muda dan perempuan dalam kepemimpinan NU,” ujar Asep Wawan pada Jumat (28/8/2026).
Selain peremajaan kepemimpinan, Asep mendorong terciptanya transformasi tata kelola organisasi berbasis teknologi secara terintegrasi dari pusat hingga daerah.
“Perlu adanya digitalisasi menyeluruh dalam tata kelola administrasi, baik dari tingkatan PBNU, PWNU, hingga semua tingkatan struktural di bawahnya,” tegasnya.
Di samping itu, untuk menjaga marwah, stabilitas, dan independensi organisasi, Asep menyoroti pentingnya kejelasan posisi NU terhadap kekuasaan politik dan pemerintahan.
“Untuk menghindari konflik, buatkan garis yang jelas antara NU dengan pemerintah, begitupun di tingkat PW dan PC,” lanjut Wawan.
Sebagai penutup, ia menekankan bahwa kemandirian warga Nahdliyin harus ditopang oleh penguatan ekonomi organisasi yang kuat dan merata.
“Harus ada pemberdayaan ekonomi di semua tingkatan struktur NU demi kesejahteraan jamaah,” pungkasnya. (Sup)