Sardi Efendi Reses di RT 7 RW 4 Pejuang Medan Satria, Warga Keluhkan PTSL, Jalan Rusak dan LPJ Insentif RT/RW

Penulis : redaksi
IMG20261008204324

KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS – Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi menggelar reses di RT 07 RW 04, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Kami, 8/10/2026

Sardi mengatakan reses merupakan wadah serap aspirasi untuk melihat sejauh mana realisasi program di tingkat masyarakat dan menampung persoalan yang belum terealisasi.

“Reses ini serap aspirasi sejauh mana realisasi dan masalah di tingkat masyarakat terkait aspirasi yang belum terealisasi,” ujarnya.

Ia menekankan usulan warga melalui reses akan disinergikan dengan usulan Musrenbang agar masuk dalam pokok-pokok pikiran DPRD dan tertuang di RKPD. Ia menyebut Pemkot masih memprioritaskan infrastruktur lingkungan pada tahun 2028.

Dalam reses tersebut, warga RT 07 mengeluhkan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Pada 16 Februari 2026 sempat ada pertemuan RT/RW se-Kelurahan Pejuang membahas PTSL, namun hingga kini masih ada warga RT 07 yang belum mendapat surat.

Warga menyebut pada PTSL 2025, RT 07 mendapat jatah dua bidang namun tidak full karena bagian pemetaan dialokasikan ke KDB sehingga tidak dapat slot pemetaan. Padahal tanah warga bersurat resmi, bukan PJB.

Menanggapi hal itu, Sardi berkomitmen mengawal persoalan tanah warga. Ia akan mendesak Kepala BPN agar kuota PTSL untuk Kelurahan Pejuang, khususnya RT 07 RW 04 Medan Satria, diprioritaskan dan proses dari AJB sampai SHM dipermudah tanpa birokrasi berbelit.

“Kita minta Kepala BPN, PTSL untuk Medan Satria Kelurahan Pejuang RT 07 RW 04 ini diberikan kuota untuk memproses dari AJB sampai ke SHM tanpa berbelit-belit. Masyarakat sulit mengakses BPN,” tegas Sardi.

Sardi memastikan setelah reses, dirinya akan berkunjung langsung ke Kepala BPN.

Sementara warga RT 05 yang diwakili Adam mengeluhkan jalan lingkungan yang rusak. Jalan tersebut terakhir dicor pada zaman almarhum H. Suta, kemudian warga swadaya menguruk dan mengecor sendiri namun kembali rusak karena kualitas seadanya.

“Kami memohon bantuan agar jalan di lingkungan RT 05 kembali bagus, rapi dan nyaman digunakan warga,” ujar Adam.

Selain itu warga juga meminta turap dan pengecoran jalan, serta jembatan saluran yang diakui sudah ter-cover namun masih menyisakan sekitar 25 meter yang belum selesai.

Persoalan lain yang mencuat adalah insentif RT/RW yang dimintai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Warga mempertanyakan nomenklatur insentif tersebut.

“Insentif RT Rp750.000, RW Rp1.250.000 di APBD, tapi RT selama ini dimintai LPJ. Untuk itu kita minta Walikota memperjelas nomenklatur ini, termasuk ke Inspektorat,” pungkasnya

 

(Sup)

Ikuti Kami :
Posted in ,

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *