Smart Classroom hingga Beasiswa, UM Indonesia Perkenalkan Fasilitas Baru di Sport and Health Festival

Penulis : redaksi
um Indonesia

KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS – Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM Indonesia) menggelar Sport and Health Festival di Kampus UM Indonesia, Bekasi, (6/9/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu media pengenalan kampus kepada masyarakat sekaligus rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional 2026.

Panitia Pelaksana Kegiatan, Prof. Bujang, mengatakan festival ini dipilih karena olahraga merupakan aktivitas yang paling dekat dengan masyarakat.

“Rasa syukur pada pagi hari ini kami menyelenggarakan Sport and Health Festival. Pertama, dalam rangka mengenalkan UM Indonesia kepada masyarakat sekitar. Kedua, ini dalam rangka mengaitkan dengan Hari Olahraga Nasional,” ujar Prof. Bujang.

Ia bersyukur sambutan masyarakat cukup baik. Prof. Bujang juga menegaskan bahwa sejak Juni 2026, Unisma telah resmi berubah nama menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia berdasarkan SK yang terbit 3 bulan lalu.

“Kami sampaikan sejak bulan Juni, dulu Unismatelah berubah nama secara resmi ke Universitas Muhammadiyah Indonesia. Ini adalah salah satu media yang kita lakukan supaya relasi antara kampus dengan masyarakat ini lebih dekat. Apalagi kita punya visi untuk mengembangkan kampus ini yang sejalan dengan kemajuan perkembangan sekitar, termasuk industri,” jelasnya.

Dalam festival tersebut, UM Indonesia juga menggandeng KONI dan 12 cabang olahraga. Komitmen kerja sama di bidang olahraga akan terus dikembangkan.

Olahraga Jadi Keunggulan, Bidik Linkage dengan Industri

Menjawab pertanyaan media, Prof. Bujang menjelaskan alasan memilih olahraga sebagai pintu masuk pengenalan kampus. Menurutnya, olahraga adalah keunggulan UM Indonesia sejak era Unisma.

“Olahraga ini aktivitas masyarakat yang paling mudah. Sampai di kampung-kampung, sampai di gang-gang, semuanya berolahraga. Dimensinya ada banyak, ada dimensi ekonomi. Kalau di luar negeri olahraga ini sudah industri. Tapi kita ini olahraga adalah gerakan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia memaparkan kekhasan UM Indonesia ke depan. Setelah menganalisis perkembangan Bekasi Raya, UM Indonesia akan menguatkan 3 hal:

  1. Memperkuat visi keislaman dan kemuhammadiyahan yang berorientasi pada kemajuan.
  2. Linkage kampus dengan kawasan industri di Bekasi.
  3. Pembelajaran berorientasi industri.

“Dalam bulan depan, kita juga akan melakukan kerja sama dengan beberapa industri untuk kepentingan kemudahan dalam proses pembelajaran,” tegasnya.

Dukung SDM Pemkot & Pemkab, Usung Tagline ‘Kuliah Dekat Karir Cepat’

UM Indonesia juga telah menjalin komunikasi dengan Pemkot dan Pemkab Bekasi untuk ikut serta dalam peningkatan SDM aparatur.

“Kita sudah kontak dengan pihak pemerintah kota juga dengan pemerintah kabupaten tentang partisipasi kita di dalam peningkatan sumber daya manusia pada para karyawan-karyawan. Kita nanti merancang kegiatan jangka panjang, rutin tentang pengembangan SDM,” ujar Prof. Bujang.

Selain itu, kampus juga mengembangkan pusat pelatihan untuk masyarakat dengan orientasi soft skill, hard skill, hingga SDM ke luar negeri.

“Tagline kita ini kan ‘Kuliah Dekat, Karir Cepat’,” tambahnya.

Beasiswa, Prodi Baru, dan Fasilitas Smart Classroom

Wakil Rektor II UM Indonesia, Prof. Latipun, Ph.D., menjelaskan skema pembiayaan kuliah yang fleksibel. Mahasiswa baru bisa registrasi dulu dan mulai bayar 1-2 bulan kemudian.

“Calon mahasiswa begitu registrasi sudah bisa kuliah. Walaupun nanti pembayaran tidak harus dibayar sekarang. Jadi kita sudah menggunakan skema-skema yang murah, selain juga beberapa beasiswa yang diberikan kepada masyarakat,” kata Prof. Latipun.

Untuk program studi, UM Indonesia akan mengembangkan prodi baru sesuai kebutuhan industri, bisnis, dan pendidikan jenjang S1, S2, hingga S3. Namun saat ini masih menunggu proses migrasi data selesai.

“Kita akan juga mengembangkan berbagai program studi. Misalnya prodi-prodi yang dibutuhkan oleh masyarakat tentang bisnis, bidang-bidang pendidikan. Bahkan ini diharapkan oleh Kementerian Agama untuk buka S3,” jelasnya.

Sementara itu, Mayang selaku Kasudit KP3MB menyampaikan bahwa kampus terus membenahi fasilitas. Laboratorium sedang dirancang dan smart classroom mulai dikembangkan.

“Kita terus melakukan pembenahan terhadap fasilitas belajar. Kelengkapan laboratorium sedang kita rancang, kemudian kita juga menyiapkan smart classroom. Proses pembelajaran juga dimungkinkan diselenggarakan secara kombinatif antara kelas dengan online,” ujar Mayang.

Dukung Bekasi Jadi Sport City 2030

Prof. Latipun, Ph.D menambahkan, UM Indonesia berkomitmen mendukung visi Kota Bekasi menjadi Sport City pada 2030.

“Kita sebagai universitas yang mewadahi PJKR dan S2 Penjas, sangat berkonsentrasi untuk itu. Sport City itu cirinya pasti semua masyarakatnya sehat. Kita mulai dari sekarang sebagai satu-satunya universitas yang berkonsentrasi tentang itu,” katanya.

Di S2 Penjas, UM Indonesia membuka 4 konsentrasi: Penjas, Anatomi dan Psikologi, Biomekanika, dan Coaching Science untuk meningkatkan kualitas pelatih di Kota Bekasi.

“Yakinlah Muhammadiyah organisasi besar yang kuat, ini akan menjadi Universitas Muhammadiyah Indonesia yang terbaik. Insyaallah,” pungkasnya. (***)

Ikuti Kami :

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *