KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS – Ketua DPD Dewi Pertiwi Kota Bekasi, Yenny Kristianti mendesak Pemerintah Kota Bekasi memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kota Bekasi, salah satunya SLB SABK Santa Theresia Salvator 2 di Pondok Melati. Pada Jumat, (9/10/2026)
Hal itu disampaikan Yenny usai mengunjungi sekolah tersebut bersama Dewan Pembina DPW Dewi Pertiwi Jawa Barat, Susy Rizky dan Sekretaris DPD Dewi Pertiwi Kota Bekasi, Ratu Mona Sibarani. Sekolah tersebut selama 5-6 tahun terakhir mendedikasikan diri untuk pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) namun kondisinya sangat menghawatirkan.
“Pagi tadi saya melihat langsung, anak-anak berkebutuhan khusus memang harus mendapatkan perhatian yang khusus pula. Negara, khususnya Pemkot Bekasi, harus ikut bersimpati dan peduli,” ujar Yenny.
Menurutnya, fasilitas penunjang menjadi kebutuhan mendesak. Diantaranya kebutuhan operasional dan sarana prasarana SLB tersebut sangat besar.
“Saya melihat alat-alat belajar dibuat sendiri dari kayu oleh pihak sekolah. Bangku dan meja belajar pun dibuat sendiri secara terbatas agar anak-anak tidak terluka. Untuk kelengkapan sarana saja mereka masih sangat kekurangan,” tuturnya.
Di tengah perjuangan tersebut, Yenny menyebut sekolah juga menghadapi kendala perizinan. Status lahan sekolah yang merupakan tanah hibah saat ini terkendala persoalan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sehingga proses perpanjangan izin operasional belum bisa berlanjut.
“Contoh konkretnya adalah membantu mereka dalam hal pengurangan atau keringanan PBB, agar mereka bisa memproses perizinan sekolah ke tahap berikutnya. Jika perizinannya sudah beres, mereka bisa menjangkau lebih banyak murid,” jelasnya.
Yenny menilai, Sekolah yang bergerak di bidang pendidikan disabilitas menjadi tempat tumbuh kembangnya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sehingga harus didukung penuh. Bantuan fasilitas seperti meja, kursi, dan alat belajar yang layak sangat diperlukan agar anak ABK mendapat kesempatan belajar yang setara.
“Perhatian itu bukan hanya diberikan kepada sekolah umum saja, tetapi sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus ini justru yang harus diutamakan karena sifatnya yang khusus,” tegasnya.
(Sup)