DPRD Kota Bekasi Desak Disdagperin Sidak Pasar Tradisional Buntut Lonjakan Harga Cabai

Penulis : redaksi
alit_jamaludin-dprd

KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS – DPRD Kota Bekasi meminta Pemkot Bekasi memperketat pengawasan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional, menyusul lonjakan harga cabai rawit merah yang dikabarkan naik hingga 50 persen.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, mendorong Pemkot melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional untuk mengecek langsung harga dan memastikan stok cabai tetap tersedia.

Menurutnya, sidak penting dilakukan agar pemerintah memiliki data riil harga di tingkat pedagang dan konsumen.

“Pemerintah daerah perlu sidak langsung ke pasar tradisional untuk memastikan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujar Alit kepada Elshinta, Kamis (24/9/2026).

Ia menyebut kenaikan harga cabai diduga dipicu faktor cuaca yang mengganggu pasokan dari daerah sentra produksi. Berkurangnya pasokan otomatis mendongkrak harga di pasaran.

Berdasarkan laporan di lapangan, harga cabai rawit merah di sejumlah pasar tradisional Bekasi sudah menyentuh Rp80.000 per kilogram, padahal HET dari pemerintah pusat disebut sebesar Rp70.000.

“Yang kami dengar HET-nya Rp70.000, tapi fakta di lapangan pasar tradisional menjual Rp80.000,” ungkapnya.

Karena itu, Alit mendesak Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kota Bekasi segera turun ke pasar untuk memastikan penyebab kenaikan harga.

Selain pengawasan, ia juga meminta Pemkot menyiapkan intervensi berupa operasi pasar murah dan subsidi ongkos angkut dari daerah penghasil cabai ke Kota Bekasi.

“Upaya melalui Disdagperin perlu melakukan operasi pasar. Tidak menutup kemungkinan memberikan subsidi ongkos angkut dari sentra produksi,” ucapnya.

Alit menilai pengendalian harga tidak cukup dilakukan saat harga naik saja. Pemkot perlu strategi jangka panjang, terutama menghadapi lonjakan permintaan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan Natal-Tahun Baru (Nataru).

Ia juga mendorong gerakan menanam mandiri di masyarakat sebagai bagian dari ketahanan pangan, meski Bekasi bukan daerah sentra hortikultura.

“Perlu dikuatkan gerakan menanam mandiri bagi masyarakat. Serta perkuat komunikasi antardaerah penghasil cabai agar distribusi lancar dan ongkos angkut tidak mahal,” pungkasnya. (Sup)

Ikuti Kami :
Posted in ,

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *