Ketua Rayon PMII FADIK UM.ID Suarakan Keresahan Calon Sarjana Pendidikan dalam AKSARA PGSD UM.ID

Penulis : redaksi
Oplus_131072
Oplus_131072

KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS — Keresahan mengenai masa depan calon sarjana pendidikan menjadi sorotan utama dalam acara AKSARA PGSD UM.ID Dj aula Pertemuan Kampus Universitas Muhammadiyah Indonesia (UM.ID) pada (30/9/2026). Ketua Rayon PMII FADIK UM.ID, Khansa Aulia, menyuarakan persoalan tersebut melalui orasi ilmiah.

Dalam orasinya, Khansa menyoroti ketidakpastian yang dihadapi mahasiswa pendidikan setelah lulus, kondisi guru honorer, serta dinamika kebijakan pemerintah di bidang pendidikan.

“Memperoleh gelar sarjana pendidikan bukanlah akhir dari perjuangan. Justru di situlah keresahan itu dimulai. Kita bertanya, setelah wisuda, mau ke mana nasib kita sebagai calon pendidik?” ujar Khansa dalam orasi ilmiahnya.

Ia juga menyoroti realitas banyaknya lulusan sarjana pendidikan yang terpaksa menjadi guru honorer dengan kesejahteraan yang belum layak.

“Fakta di lapangan, banyak sarjana pendidikan yang masih bertahan sebagai guru honorer. Statusnya tidak jelas, kesejahteraannya minim, tapi bebannya sama besarnya dalam mencerdaskan anak bangsa. Ini yang harus kita suarakan,” tegasnya.

Menurut Khansa, dinamika kebijakan pendidikan yang kerap berubah tanpa arah yang jelas turut memperparah keresahan mahasiswa calon guru.

“Kebijakan pendidikan kita seringkali berubah-ubah, tidak konsisten. Hari ini begini, besok begitu. Lantas di mana kepastian bagi kami, calon sarjana pendidikan, dan bagi guru-guru honorer yang sudah lama mengabdi?” kritiknya.

Ia menilai, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak pada tenaga pendidik.

“Pendidikan butuh kebijakan yang jelas, konsisten, dan berpihak pada guru. Jangan biarkan calon guru kehilangan harapan bahkan sebelum mereka masuk ke ruang kelas,” pungkasnya.

Isu tersebut kemudian divisualisasikan melalui pertunjukan teatrikal singkat yang menggambarkan potret lulusan sarjana pendidikan yang masih menjadi guru honorer. Teatrikal tersebut menjadi penguat pesan orasi tentang realitas pahit yang dihadapi lulusan pendidikan setelah menyelesaikan studi.

Melalui orasi ilmiah dan pertunjukan tersebut, Khansa Aulia mengajak seluruh mahasiswa untuk mempertanyakan kembali bagaimana peran pendidikan tinggi, kebijakan pemerintah, dan kondisi profesi guru dapat memberikan ruang dan kepastian yang lebih jelas bagi masa depan calon sarjana pendidikan.

(Sup)

Ikuti Kami :

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *