KOTA DEPOK, TRIMSATINEWS – Kegiatan Sosialisasi Kemendukbangga/BKKBN digelar di Balai Rakyat Beji, Kota Depok, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini fokus pada penguatan Program Bangga Kencana untuk membangun ketahanan keluarga dan pencegahan stunting.
Kegiatan dihadiri Perwakilan Sukur H. Nababan, S.T., Anggota Komisi IX DPR RI Ikravany Hilman, S.Ip, Sekretaris Dinas DP3AP2KB Kota Depok Supriyatun, S.H, BKKBN Jabar Prakom Ahli Muda Angga Maulana Nurhuda, S.T.M.Kom, BKKBN Jabar Pranata KKB Ahli Muda Dedi, Kasi Kemasyarakatan Kelurahan Beji Dian Fitriyani, S.S, BKKBN Pusat Pranata SDMA Fanisa Salsabila, BKKBN Pusat Analis Kegiatan Izatun Nafsi serta Sukur H. Nababan, S.T membersamai melalui saluran Zoom
Tuan Rumah: Butuh Kolaborasi Bangun Keluarga Berkualitas
Dalam sambutannya, tuan rumah Siti Rewy Hanna menegaskan Program Bangga Kencana merupakan upaya penting membangun ketahanan keluarga dan meningkatkan kualitas kependudukan.
“Keberhasilan program ini tentu membutuhkan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, Kemendukbangga/BKKBN, tokoh masyarakat, serta para kader di lapangan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan atas komitmennya mendorong kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Beji dan Kota Depok.
“Harapannya, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga dan mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas, sejahtera, serta menjadi fondasi bagi lahirnya generasi emas Indonesia,” katanya.
Pemkot Depok: Keluarga Fondasi SDM Unggul
Sambutan Wali Kota Depok yang diwakilkan Sekretaris Dinas DP3AP2KB Kota Depok, Supriyatun, menyampaikan apresiasi kepada Sukur H. Nababan atas perhatiannya terhadap pembangunan keluarga di Depok.
“Pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Lebih dari itu, keberhasilan pembangunan harus tercermin dari kualitas keluarga,” kata Supriyatun.
Menurutnya, keluarga merupakan unit terkecil masyarakat sekaligus fondasi utama membangun SDM unggul. Dari keluarga lahir generasi penerus yang berkarakter, sehat, dan berdaya saing.
Ia menjelaskan, Pemkot Depok mendukung Program Bangga Kencana melalui penguatan ketahanan keluarga, perencanaan keluarga, pengendalian penduduk, dan percepatan penurunan stunting. Selain itu, ada program layanan konsultasi psikologis untuk remaja, Sekolah Pranita bagi remaja sebelum menikah, program PEKA untuk pemberdayaan perempuan agar mandiri, hingga forum anak tingkat RW.
“Kehadiran Bapak Sukur H. Nababan menjadi momentum untuk merangkul pemberdayaan keluarga Kota Depok yang cerdas dan berdaya,” ujarnya.
Perwakilan DPR RI: Keluarga Fondasi Nilai Kebaikan
Sementara itu, perwakilan Anggota Komisi IX DPR RI Sukur H. Nababan, Ikravany Hilman, S.Ip., menekankan pentingnya program pembangunan keluarga dan meminta semua pihak tidak memandangnya sebelah mata.
Menurutnya, keluarga merupakan fondasi paling mendasar dalam menanamkan nilai kebaikan serta membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Kegiatan ini juga mengintegrasikan Sosialisasi Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang diinisiasi Sukur H. Nababan untuk memperkuat edukasi publik tentang ketahanan keluarga, pencegahan stunting, serta perencanaan kehidupan berkeluarga yang sehat dan sejahtera.
BKKBN Jabar Paparkan Quick Wins
Pemateri dari BKKBN Jabar, Angga Maulana Nurhuda, S.T.M.Kom., Prakom Ahli Muda, menjelaskan melalui Program Bangga Kencana dan berbagai Quick Wins, Kemendukbangga/BKKBN menghadirkan intervensi nyata di semua tahapan kehidupan keluarga.
Program tersebut meliputi Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), SIDAYA (Lansia Berdaya), dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
“Keberhasilan program ini tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi membutuhkan dukungan pemerintah daerah, mitra kerja Komisi IX DPR RI, tenaga pendamping, kader, serta partisipasi aktif masyarakat,” kata Angga.
“Transformasi Kemendukbangga/BKKBN harus mampu memberikan dampak nyata, yaitu terwujudnya keluarga Indonesia yang sehat, berkualitas, mandiri, dan sejahtera sebagai fondasi utama Generasi Emas Indonesia 2045,” pungkasnya
(Sup)