Youth Summit Interfaith 2026, Christin Ajak Pemuda Jadi Pelopor Persatuan dan Toleransi

Penulis : redaksi
formula_trimsatinews

KABUPATEN BEKASI, TRIMSATINEWS – Semangat persatuan dan toleransi antarumat beragama menjadi pesan utama dalam kegiatan Youth Summit Interfaith 2026 bertajuk “Bersatu dalam Keberagaman untuk Perubahan” yang digelar di Aula FKUB Kabupaten Bekasi, Sabtu (5/9/2026).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari PDI Perjuangan (PDIP), Christin Novalia Simanjuntak, mengajak para pemuda tidak menjadikan kegiatan tersebut sekadar seremoni, tempat berkumpul, berfoto, atau mendapatkan sertifikat.

Menurut Christin, tema “bergerak untuk perubahan” harus benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata setelah kegiatan selesai.

“Saya tidak ingin acara Youth Summit ini hanya menjadi acara yang bagus difoto, bagus di Instagram, kemudian adik-adik pulang hanya membawa sertifikat. Kalau judulnya bergerak untuk perubahan, lalu gerakannya apa?” tegas Christin.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, Kabupaten Bekasi merupakan daerah yang memiliki keberagaman tinggi, mulai dari agama, suku, hingga latar belakang masyarakat. Keberagaman tersebut, kata dia, seharusnya menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan yang rukun.

Christin juga menekankan bahwa toleransi bukan berarti harus menyamakan keyakinan. Justru, toleransi diwujudkan dengan menghormati perbedaan dan memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjalankan keyakinannya.

“Keberagaman tidak berarti kita harus sama. Kita bisa berbeda keyakinan, berbeda latar belakang, tetapi tetap bisa hidup berdampingan dan saling menghormati,” ujarnya.

Ia mengingatkan para peserta agar memiliki kepekaan terhadap persoalan toleransi yang masih terjadi di lingkungan sekitar.

Menurutnya, persoalan kebebasan beragama tidak selalu berada jauh dari kehidupan masyarakat, tetapi dapat ditemukan di lingkungan tempat tinggal maupun sekolah.

Christin menegaskan, menjaga kerukunan bukan hanya menjadi tanggung jawab FKUB, pemerintah, maupun DPRD. Para pemuda juga memiliki peran penting dalam membangun budaya toleransi mulai dari lingkungan terkecil.

“Menjaga kerukunan bukan hanya tugas FKUB, bukan hanya tugas DPRD. Ini tugas kita semua. Paling kecil, teman-teman bisa mulai dari lingkungan masing-masing,” katanya.

Ia berharap Youth Summit Interfaith 2026 tidak berhenti setelah acara selesai, tetapi melahirkan tindak lanjut dan gerakan konkret yang dilakukan para pemuda lintas agama.

Sebagai wakil rakyat di DPRD Jawa Barat, Cristin juga mendorong agar semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap keberagaman terus diperkuat di tengah masyarakat.

“Semoga ini menjadi langkah awal bagi pemimpin-pemimpin muda untuk membawa semangat persatuan, toleransi, dan perubahan positif di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Pemuda Lintas Agama (FORMULA) Kabupaten Bekasi, Septa Diansyah, menilai keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga keberagaman dan kerukunan di tengah masyarakat.

Menurut Septa, kegiatan Youth Summit Interfaith diharapkan tidak hanya menjadi ruang pertemuan antar pemuda lintas agama, tetapi mampu melahirkan komunikasi dan kolaborasi yang terus berjalan setelah kegiatan selesai.

Semangat tersebut sejalan dengan peran FORMULA yang selama ini menjadi wadah pemuda lintas agama untuk membangun toleransi dan kerja sama di Kabupaten Bekasi. (Sup)

Ikuti Kami :

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *