Anggota Komisi IX DPR Sukur H. Nababan Inisiasi Sosialisasi Bangga Kencana Bersama Kemendukbangga/BKKBN di Depok

Penulis : redaksi
Potret Sesi Foto Bersama dalam Kegiatan Sosialisasi KEMENDUKBANGGA/BKKBN di Balai Rakyat Mekarsari, Selasa 20 Oktober 2026
Potret Sesi Foto Bersama dalam Kegiatan Sosialisasi KEMENDUKBANGGA/BKKBN di Balai Rakyat Mekarsari, Selasa 20 Oktober 2026

KOTA DEPOK, TRIMSATINEWS – Upaya memperkuat pembangunan keluarga terus dilakukan melalui Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra yang diinisiasi Anggota Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan, S.T., bersama Kemendukbangga/BKKBN. Kegiatan berlangsung di Gedung Serbaguna Balai Rakyat, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa (20/10/2026).

Hadir sebagai narasumber, Penata Kependudukan dan Keluarga Berencana (Penata Tk. I) Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Arif Rifqi Zaidan, S.Sos., MSDP.

‎Kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pembangunan keluarga, pengasuhan anak, keterlibatan ayah dalam keluarga, serta pemberdayaan lanjut usia sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan sejahtera.

‎Sebagai inisiator kegiatan, Sukur H. Nababan menekankan pentingnya pembangunan keluarga sebagai fondasi dalam membentuk generasi yang berkualitas. Keluarga memiliki peran besar dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, membangun karakter anak, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang setiap anggota keluarga.

‎“Program Bangga Kencana perlu terus dikenalkan kepada masyarakat karena pembangunan bangsa berawal dari keluarga. Kita ingin setiap keluarga memiliki pemahaman yang baik dalam mendampingi anak tumbuh dan berkembang, membangun hubungan yang harmonis, serta memberikan perhatian kepada anggota keluarga di setiap tahapan usia,” ujar Sukur H. Nababan.

‎Ia menambahkan bahwa sosialisasi program pemerintah perlu diiringi dengan keterlibatan masyarakat agar informasi yang disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

‎“Melalui kegiatan bersama mitra ini, kami berharap masyarakat semakin mengenal berbagai program yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting agar upaya pembangunan keluarga dapat berjalan secara berkelanjutan,” tambahnya.

‎Dalam kegiatan tersebut, Arif Rifqi Zaidan menyampaikan materi mengenai transformasi kelembagaan BKKBN menjadi Kemendukbangga/BKKBN berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 139 Tahun 2024.

‎Transformasi kelembagaan tersebut merupakan bagian dari upaya adaptasi terhadap perkembangan zaman serta dinamika kependudukan dan pembangunan keluarga. Melalui transformasi ini, Kemendukbangga/BKKBN diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program pembangunan keluarga dalam mendukung persiapan Generasi Emas Indonesia 2045.

‎Dalam pemaparannya, Arif menjelaskan tiga program unggulan atau *Quick Win* Kemendukbangga/BKKBN, yaitu Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan Lansia Berdaya (SIDAYA). Ketiga program tersebut menyasar kebutuhan keluarga pada berbagai tahapan kehidupan, mulai dari pengasuhan anak hingga pemberdayaan lanjut usia.

‎“Pembangunan keluarga perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memastikan anak memperoleh pengasuhan yang baik, mendorong ayah hadir lebih aktif dalam proses tumbuh kembang anak, hingga memberikan ruang bagi para lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, dan berperan di lingkungan sosialnya,” jelas Arif Rifqi Zaidan.

‎Ia menerangkan bahwa TAMASYA berfokus pada dukungan pengasuhan anak melalui layanan yang aman dan berkualitas. Program ini diharapkan dapat membantu keluarga menyediakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

‎Sementara itu, GATI mendorong peningkatan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak. Peran ayah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup kehadiran, perhatian, pendampingan, dan keteladanan dalam kehidupan keluarga.

‎Adapun SIDAYA diarahkan untuk mendorong para lanjut usia agar tetap sehat, aman, mandiri, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. Program ini turut memperhatikan tujuh dimensi lansia tangguh, meliputi dimensi spiritual, intelektual, emosional, vokasional, fisik, sosial kemasyarakatan, dan lingkungan.

‎“TAMASYA memberikan perhatian pada dukungan pengasuhan anak, GATI mengajak para ayah meningkatkan keterlibatan dalam keluarga, sedangkan SIDAYA mendorong para lansia agar tetap sehat, aman, dan berpartisipasi dalam masyarakat. Ketiganya mengingatkan kita bahwa setiap anggota keluarga memiliki kebutuhan dan peran yang perlu diperhatikan,” tambah Arif.

‎Melalui pemaparan materi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pembangunan keluarga tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mencakup kualitas pengasuhan, keharmonisan hubungan antaranggota keluarga, pembentukan karakter generasi muda, serta perhatian terhadap kesejahteraan lanjut usia.

‎Kegiatan Sosialisasi Program Bangga Kencana Bersama Mitra ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan pembangunan keluarga yang berkelanjutan. Melalui penguatan sinergi antara DPR RI, Kemendukbangga/BKKBN, dan masyarakat, berbagai program pembangunan keluarga diharapkan semakin dikenal, dipahami, dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi terwujudnya keluarga Indonesia yang tangguh, sejahtera, dan berkualitas menuju Generasi Emas Indonesia 2045.

 

(Sup)

Ikuti Kami :
Posted in ,

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *