KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS – Pesan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, saat memberikan sambutan di apel pagi terakhirnya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi sorotan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Dalam kesempatan yang diberikan Wali Kota Bekasi untuk menyampaikan arahan pada apel pagi di lingkungan Pemkot Bekasi, Junaidi menyampaikan pesan terkait relasi pimpinan dan bawahan.
“Jangan melawan pimpinan, karena pimpinan punya bolpen,” demikian pesan Junaedi saat apel. Senin, (26/10/2026)
Secara normatif, pesan tersebut dinilai positif dalam konteks menjaga hierarki dan kedisiplinan organisasi pemerintahan. Hubungan pimpinan dan bawahan yang harmonis memang menjadi salah satu kunci efektivitas birokrasi.
Namun, dalam konteks aparatur pemerintah yang seharusnya berorientasi pada pelayanan masyarakat, pesan tersebut dinilai tidak sepenuhnya tepat dan berpotensi menimbulkan tafsir tendensius.
Sejumlah pihak menilai, pesan tersebut seakan-akan memberikan kesan bahwa ASN diminta untuk tidak lagi kritis atau melawan pimpinan / Wali Kota dalam melaksanakan tugas sehari-hari, tanpa melihat substansi apakah kebijakan pimpinan sudah benar atau keliru dalam memimpin Kota Bekasi.
Padahal, dalam prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), ASN memiliki fungsi sebagai pelayan publik yang harus mengedepankan profesionalitas, integritas, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat, bukan sekadar loyalitas buta kepada pimpinan.
Loyalitas ASN seharusnya adalah loyalitas kepada negara, konstitusi, dan pelayanan publik, bukan loyalitas personal. Kritik yang konstruktif dan koreksi internal justru dibutuhkan agar kebijakan pimpinan tetap berada di jalur yang benar dan sesuai aturan.
Pesan “pimpinan punya bolpen” juga dikhawatirkan dapat dimaknai sebagai simbol kekuasaan administratif yang dapat memengaruhi karier ASN, seperti dalam penentuan jabatan, mutasi, atau promosi, sehingga berpotensi menciptakan budaya takut untuk bersuara.
Idealnya, di akhir masa pengabdiannya sebagai ASN, seorang Sekda memberikan pesan yang lebih menekankan pada integritas, profesionalisme, keberanian menyampaikan kebenaran, dan komitmen untuk terus melayani masyarakat Kota Bekasi dengan sepenuh hati, terlepas dari siapa pimpinannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi terkait konteks lengkap dari pernyataan tersebut. Publik berharap, ke depan, relasi pimpinan dan bawahan di lingkungan Pemkot Bekasi tetap dibangun atas dasar profesionalitas dan tujuan bersama untuk memajukan Kota Bekasi, bukan atas dasar rasa takut.
(Sup)