Sidak Pasar Baru Dini Hari, Wakil Ketua Komisi III alit Jamaludin Temukan Pedagang Sepi dan Terancam Gulung Tikar

Penulis : redaksi
Potret Alit Jamaludin saat berinteraksi dengan salah satu pedagang di Pasar Baru Bekasi
Potret Alit Jamaludin saat berinteraksi dengan salah satu pedagang di Pasar Baru Bekasi

9KOTA BEKASI, TRIMSATINEWS – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baru Kota Bekasi pada Rabu (29/10/2026) dini hari.

Sidak tersebut dilakukan setelah dirinya menerima sejumlah aduan dari pedagang terkait kondisi pasar.

“Saya mendapat beberapa aduan dari pedagang terkait persoalan di Pasar Baru, maka dari itu saya ingin mengetahui langsung fakta di lapangan,” ujar Alit.

Dari hasil sidak, Alit menemukan bahwa kondisi pedagang memang sedang sulit, terutama pasca relokasi ke Blok 2 dan area rooftop.

“Keluhan utamanya itu sepi pembeli. Setelah direlokasi ke Blok 2 dan rooftop, pembeli jadi sepi,” ungkapnya.

Menurut Alit, sepinya pembeli tidak lepas dari banyaknya aktivitas jual-beli di luar kawasan Pasar Baru.

“Banyak pembeli berbelanja di luar area Pasar Baru, salah satunya di pinggir jalan underpass. Ini membuat pendapatan pedagang terpotong,” jelasnya.

Selain itu, Alit juga menyoroti beban biaya sewa yang dinilai memberatkan pedagang di tengah kondisi pasar yang sepi.

“Para pedagang merasa kebijakan tarif yang ditetapkan pengelola kurang moderat. Mereka harus tetap membayar biaya sewa lapak atau los setiap hari, serta iuran sewa kios, meskipun kondisi pasar sedang sepi,” katanya.

Kondisi tersebut, kata dia, bahkan membuat sejumlah pedagang terancam bangkrut.

“Karena sepinya pembeli dan beban biaya yang tetap berjalan, tidak jarang ada pedagang yang sampai gulung tikar,” tegas Alit.

Alit akan segera membawa hasil temuan tersebut ke dalam Komisi III DPRD Kota Bekasi untuk di bahas lebih lanjut.

“Permasalahan ini rencananya akan kami bawa ke Komisi III dengan mengundang beberapa pihak terkait, termasuk Disperindag, Satpol PP, dan pihak pengelola pasar,” ujarnya.

Ia berharap melalui rapat tersebut dapat ditemukan solusi terbaik bagi semua pihak.

“Tujuannya adalah untuk mencari solusi win-win, agar para pedagang tetap bisa berjualan dengan tertib dan lancar, sekaligus mengevaluasi kebijakan pengelolaan yang ada,” pungkasnya.

 

(Sup)

Ikuti Kami :
Posted in ,

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *