PKC PMII Jawa Barat Sepakati 4 Agenda Prioritas Pengawalan Isu Perempuan

Penulis : redaksi
pmii_jabar

CIREBON, TRIMSATINEWS — Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat menetapkan empat agenda prioritas penguatan gerakan KORPS PMII Putri (KOPRI) dalam mengawal isu-isu perempuan. Keputusan tersebut disepakati dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang berlangsung pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Cirebon, Jawa Barat.

Kesepakatan strategis ini lahir dari proses diskusi dan pemetaan persoalan daerah yang melibatkan Ketua PMII Cabang serta Ketua KOPRI Cabang se-Jawa Barat.

Empat agenda prioritas yang disepakati meliputi penyusunan Peta Isu Perempuan Jawa Barat sebagai basis program, penguatan jejaring advokasi antarcabang, pengintegrasian perspektif keadilan gender dalam proses kaderisasi PMII, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Ketua PKC PMII Jawa Barat, Rusli Hermawan, menyatakan bahwa Rakorda merupakan forum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyelaraskan arah gerakan PMII di tingkat regional.

“Rakorda menjadi ruang untuk menyatukan langkah, memperkuat kolaborasi, dan membangun komitmen bersama dalam menjalankan amanah organisasi. Saya berharap forum ini menghasilkan langkah nyata yang dapat diimplementasikan oleh seluruh cabang,” kata Rusli. sabtu, (01/08/2026)

Dalam forum tersebut, para Ketua KOPRI Cabang turut memaparkan dinamika dan tantangan yang dihadapi di daerah masing-masing. Sejumlah isu krusial yang mengemuka di antaranya maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, penguatan kapasitas kader, kesehatan reproduksi, pemberdayaan ekonomi, hingga penciptaan ruang organisasi yang bebas dari kekerasan berbasis gender.

Ketua KOPRI PKC PMII Jawa Barat, Anisa Nurhofifah, menegaskan bahwa keragaman tantangan di tiap cabang menjadi modal penting untuk merumuskan gerakan yang lebih terorganisasi dan kontekstual.

“Persoalan perempuan di setiap cabang memiliki karakteristik berbeda, tetapi semangat kita sama: memastikan KOPRI hadir sebagai ruang kaderisasi sekaligus ruang pengabdian yang mengawal isu-isu perempuan secara nyata dan berkelanjutan,” ujar Anisa.

Melalui empat agenda prioritas tersebut, KOPRI PMII Jawa Barat berkomitmen memperluas sinergi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pesantren, organisasi masyarakat sipil, hingga lembaga layanan. Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan solusi komprehensif bagi pemenuhan hak perempuan dan keadilan sosial di Jawa Barat. (Sup)

Ikuti Kami :

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *