KABUPATEN BEKASI, TRIMSATINEWS – Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mematok target penanganan jalan sepanjang 100 kilometer rampung pada 2027. Upaya itu dilakukan untuk mempercepat konektivitas wilayah dan menuntaskan seluruh pekerjaan rumah jalan pada 2028.
Target itu disampaikan Asep saat meninjau pembangunan jalan di Kecamatan Babelan, Selasa (3/11/2026), didampingi Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Henry Lincoln.
Asep mengungkapkan, total panjang jalan kabupaten mencapai 1.077 kilometer. Dari jumlah itu, masih tersisa sekitar 196 kilometer yang belum tertangani. Untuk tahun anggaran 2026, Pemkab Bekasi tengah mengerjakan 32,5 kilometer jalan.
“Dari total 1.077 kilometer, PR kita masih 196 kilometer. Tahun ini kita kerjakan 32,5 kilometer. Tahun 2027 kita targetkan 100 kilometer, sehingga 2028 semua jalan sudah tertata,” kata Asep.
Di Babelan, Asep meninjau ruas jalan di Desa Muara Bakti sepanjang hampir 3 kilometer dengan konstruksi beton setebal 25 cm. Ia meminta SDABMBK bersama camat memetakan kondisi jalan rusak berat, sedang, dan ringan agar penanganan tepat prioritas.
Menurutnya, jalan yang baik sangat vital untuk mobilitas warga dan pertumbuhan ekonomi antarwilayah.
Selain jalan, Pemkab juga akan mengevaluasi kerusakan bangunan sekolah dan puskesmas sebagai bagian dari pemetaan infrastruktur.
Sementara itu, Kadis SDABMBK Henry Lincoln menyebut peninjauan ini tindak lanjut raplin untuk memastikan pekerjaan sesuai rencana. Di Babelan ada tiga titik yang dicek, yakni ruas Buni Bakti, Ujung Jaya, dan drainase di Pangkalan serta Pulo Timaha.
Untuk progres 2026, pembangunan jalan 32,5 km secara fisik sudah 32 persen, namun realisasi keuangan baru 9 persen karena sistem pembayaran menunggu hasil uji laboratorium beton 28 hari dan tanpa uang muka.
“Penyerapan keuangan memang tertinggal, tapi fisik sudah banyak yang selesai. Kami optimistis akhir tahun bisa di atas 90 persen,” ujar Henry.
Ia menambahkan, normalisasi sungai juga terus dikebut dengan progres fisik di atas 60 persen, fokus di Sungai CBL dan Sungai Cikarang. Kendala masih adanya bangunan liar yang sudah dikoordinasikan dengan Satpol PP.
(Sup)