KABUPATEN BEKASI, TRIMSATINEWS Pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Tambun Selatan, Kecamatan Tambun Selatan, Senin (20/07/2026), diwarnai suasana hangat dan penuh semangat. Ratusan peserta didik baru datang didampingi orang tua untuk memulai perjalanan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, meninjau langsung pelaksanaan MPLS sekaligus memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan. Ia menegaskan, masa pengenalan sekolah harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi siswa untuk mengenal lingkungan belajar, guru, serta teman-teman baru tanpa adanya tekanan maupun intimidasi.
Menurut Imam, keterlibatan orang tua pada hari pertama sekolah memiliki makna penting dalam membangun rasa percaya diri anak. Dukungan keluarga menjadi bekal awal bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan baru dan menghadapi proses pembelajaran di tahun ajaran yang baru.
“Hari pertama ini saya melihat aura kebahagiaan dari para orang tua yang mengantarkan putra-putrinya ke sekolah. Mudah-mudahan momen ini menjadi kenangan yang indah sekaligus motivasi bagi anak-anak dalam memulai Tahun Ajaran 2026/2027,” katanya.
Ia mengingatkan seluruh kepala sekolah, guru, dan panitia MPLS agar menjadikan kegiatan pengenalan sekolah sebagai sarana pembentukan karakter, disiplin, dan budaya belajar yang positif. Seluruh aktivitas selama MPLS harus berlangsung secara edukatif, humanis, serta bebas dari praktik perpeloncoan maupun tindakan kekerasan dalam bentuk apa pun.
“Pastikan tidak ada perpeloncoan, tidak ada tindakan kekerasan, dan tidak ada hal-hal yang mencederai tujuan MPLS. Guru, tenaga kependidikan, serta siswa harus bersama-sama membangun lingkungan sekolah yang positif,” tegas Imam.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi membuka ruang pengaduan apabila ditemukan pelanggaran selama pelaksanaan MPLS. Setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Menanggapi keterbatasan daya tampung sekolah negeri pada proses penerimaan peserta didik baru, Imam mengakui masih diperlukan peningkatan jumlah ruang kelas, sarana prasarana, dan tenaga pendidik. Meski demikian, ia memastikan berbagai persoalan yang sempat muncul telah tertangani dengan baik dan berharap seluruh proses pembelajaran di Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berlangsung lancar.
“Alhamdulillah persoalan yang sempat muncul sudah dapat diselesaikan. Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi hal-hal seperti itu sehingga layanan pendidikan di Kabupaten Bekasi semakin baik,” pungkasnya. (Sup)