Fajar Shodik Calon KADES Nomor Urut 4: Usung Visi Sumberjaya Digital Dengan Subsidi Pendidikankan 5%

Penulis : redaksi
fajar shodik

KABUPATEN BEKASI, TRIMSATINEWS – Calon Kepala Desa Sumberjaya nomor urut 4, Fajar Shodik, menegaskan komitmennya membawa perubahan melalui digitalisasi dan penguatan ekonomi warga. Hal itu ia sampaikan saat memaparkan visi dan misi untuk Pilkades periode 2026-2034.

“Visi saya adalah mewujudkan pemerintahan yang jujur, bersih, adil, transparan, inovatif, serta profesional,” ujar Fajar.

Menurutnya, pemerintahan yang baik harus berorientasi pada kesejahteraan masyarakat desa yang religius dan berbudaya. Selain itu juga harus mampu meningkatkan perekonomian, kualitas SDM, dan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Untuk mewujudkan visi tersebut, Fajar merinci 6 program kerja unggulan. Program utama yang ia usung adalah “Sumberjaya Digital”.

“Kita akan membangun sistem transparansi anggaran dan program kerja berbasis website. Dengan sistem ini, masyarakat dapat memantau langsung penggunaan anggaran dan kegiatan desa melalui telepon genggam,” jelasnya.

Selain website, Fajar juga berencana menghadirkan aplikasi pelayanan.

“Saya ingin menghadirkan sistem administrasi digital berbasis aplikasi yang terintegrasi. Tujuannya untuk mempermudah dan mempercepat layanan bagi masyarakat tanpa harus datang ke kantor desa,” katanya.

Di sektor pembangunan, Fajar menekankan pentingnya memberdayakan masyarakat.

“Pengerjaan proyek dari Dana Desa akan dilakukan secara swakelola langsung oleh masyarakat. Tanpa pihak ketiga, PT, atau CV. Agar perputaran anggaran berada di dalam desa dan memberdayakan warga sendiri,” tegasnya.

Fokus pada pendidikan juga menjadi perhatian. Fajar berkomitmen mengalokasikan dana khusus untuk siswa kurang mampu.

“Kami akan mengalokasikan 5% dari Dana Desa untuk subsidi SPP bagi siswa dari keluarga tidak mampu yang menempuh pendidikan di sekolah swasta. Program ini agar tidak ada anak putus sekolah karena faktor ekonomi,” ujarnya.

Untuk menggerakkan ekonomi, ia ingin merevitalisasi BUMDes.

“BUMDes harus kita revitalisasi. Perannya diperluas tidak hanya sebagai pengelola, tapi juga sebagai investor, pelaku usaha, dan broker untuk menyerap serta memasarkan produk UMKM lokal agar naik kelas,” kata Fajar.

Terakhir, Fajar menyoroti pentingnya kemandirian anggaran desa.

“Kita harus menciptakan sumber pendapatan baru dari PAD untuk melengkapi Dana Desa yang saat ini sebesar Rp4,2 miliar per tahun. Tambahan PAD sangat penting demi mempercepat program-program yang menyejahterakan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan mengusung konsep “Sumberjaya Digital”, Fajar Shodik berharap dapat membawa tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern, terbuka, dan berpihak pada kesejahteraan warga. (Rob)

Ikuti Kami :
Posted in

BERITA LAINNYA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *